Yeeaaahh..
My another journey begin..
Pagi ini 26 Februari 2013, Saya dan Haidar menyusuri jalanan menuju ke arah timur pulau Jawa dengan menggunakan bus ekonomi. Dari rumah kita naek motor, sesampainya di Bungurasih, terminal kebanggaan warga Surabaya-yang sebenarnya terletak di wilayah Sidoarjo-sekitar pukul setengah sembilan pagi. Langsung menuju tempat parkir bus arah Probolinggo, tempat transit kita untuk berpindah bus ke arah Bondowoso. Tersebutlah disana sebuah bus yang bernama "Sabar Indah" yang sudah tidak sabar untuk berangkat, tanpa tunggu lama langsung aja kita masuk ke bus yang akan mengangkut kita. Harga karcis bus ekonomi Surabaya-Probolinggo adalah sebesar Lima Belas Ribu Rupiah saja. Alhamdulillahnya lagi, kursinya masih banyak yang kosong. :D
Sekitar setengah sebelas kita masuk terminal Bayu Angga Probolinggo, sesampainya disana kita langsung pindah ke bus "Ladju" yang akan membawa kita menuju Bondowoso. Harga karcis bus ekonomi Probolinggo-Bondowoso adalah sebesar Dua Belas Ribu Rupiah. Perjalanan Probolinggo-Bondowoso sekitar empat jam perjalanan menggunakan bus. Sesampainya di terminal Bondowoso kita langsung mencari "taxi" - sebutan untuk kendaraan Elf ato L300 - yang akan membawa kita ke Sempol. Tapi, sayang sekali sodara-sodara!!! "Taxi" terakhir sudah berangkat sejak siang tadi. Ternyata kita kesorean bradeerrr.. :'(
Dan hujan pun turun dengan lebatnya... Huuffttt...
Tenang, don't be panic!!
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melihat sekeliling.. Kemudian obyek yang kita cari berikutnya adalah....
Jreeeng.. Jreeeng... Jreeeeng...
WARUNG MAKAN... :D
Hahahahaa...
Setelah ketemu segera saja kita menuju warung makan tersebut ditengah guyuran hujan.
"Sebentar.. Sebentar..." Terdengar suara misterius yang ingin bertanya kepadaku, dan aku pun menjawab" ya, kenapa?" "Ini tadi apa hubungannya antara ketinggalan "TAXI" sama WARUNG MAKAN, hah??" Kata si suara misterius. "Oh, kirain mau tanya apaan.." Kataku. "Jadi??" Si suara misterius bertanya kembali. "Ya tentu saja berhubungan dong, jadi gini ketika kita berada di kota orang yang bisa dikata TERSESAT ato semacamnya setelah melakukan perjalanan, kita harus mencari warung ato tempat makan untuk mengisi perut kita terlebih dahulu.. :D Nah setelah perut kita keisi barulah kita bisa berpikir dengan jernih dan salah satunya adalah bertanya kepada penjual warungnya.. Heheheee.." Sahutku sekenanya. "Hmmm.. Jawaban yang aneh..." kata suara misterius itu *dan suara itu pun menghilang dengan sendirinya. Akhirnya setelah selesai makan kita bertanya kepada pemilik warung tempat menginap yang dekat dengan alun-alun. Kenapa saya memilih dekat dengan alun-alun?? karna di alun-alun kita bisa berinteraksi dan berkenalan dengan penduduk lokal. Heheheee...
Dari rekomendasi pemilik warung kita diarahkan ke hotel Slamet yang jaraknya lumayan dekat dengan alun-alun dan berada ditengah-tengah antara teminal dan alun-alun Bondowoso. Berhubung hujan lumayan deras, kita menuju hotel menggunakan becak dengan ongkos sepuluh ribu Rupiah. Tapi sayang, becak disini sepertinya lebih kecil daripada becak di Surabaya. (Ato saya yang kegedean ya :D)
Setelah Check-in, kami bergegas untuk menuju kamar untuk membersihkan badan dan sholat sambil beristirahat. Waktu menunjukkan pukul lima lebih, kami memutuskan untuk jalan-jalan sore menikmati kota Bondowoso. Ternyata di luar hujan masih turun rintik-rintik. Kami mengitari alun-alun yang tidak terlalu besar, tapi lumayan tertata rapi tamannya. Karna tidak ada yang menarik perhatian, kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Hotel kami berjarak hanya seratus meter dari alun-alun, sangat dekat sekali bukan? Sesampainya di hotel si Haidar sepertinya masuk angin - mungkin gara-gara kehujanan waktu di terminal - kami mampir ke Alf*ma*t untuk membeli minuman dan obat sakit perut, karna ternyata si Haidar sejak dari rumahnya terkena diare. X_X
![]() |
| Sore di Bondowoso |
Malamnya sekitar pukul setengah delapan, karna bete dikamar saya memutuskan untuk jalan-jalan keliling kota. Sedangkan Haidar karna masih belum sehat terpaksa saya tinggal dikamar sendirian :D Mengelilingi Bondowoso dengan berjalan kaki tidak memerlukan waktu lama. Tujuan utamaku adalah mencari kuliner khas Bondowoso selain tape untuk makan malam. Tapi apa mau dikata sepanjang jalan yang saya lewati, yang ada hanya orang jualan nasgor duk-duk, sate Madura dan penyetan. Akhirnya saya memilih nasgor yang ada didepan hotel kita, murah meriah cuma enam ribu rupiah. Hehehee.. Setelah perut kenyang saya pun kembali ke hotel dan beristirahat untuk mempersiapkan kondisi keesokan harinya.
![]() |
| Suasana malam di kota Bondowoso |
To Be Continued.....


No comments:
Post a Comment