Tuesday, April 29, 2014

Escape to the East, goes to Ijen Crater (#Part2)

Bondowoso, 27 Februari 2013 Pukul Tujuh pagi. Setelah mandi dan beberes, saya dan Haidar Check-Out dari hotel Slamet Bondowoso untuk melanjutkan perjalanan menuju Kawah Ijen. Kami berjalan kaki dari hotel menuju terminal Bondowoso. Sesampainya di terminal kami menyempatkan diri untuk sarapan di warung yang kemarin terlebih dahulu.
Stasiun Bondowoso, saksi bisu insiden Gerbong Maut yang terjadi pada tahun  1947
Tepat pukul sembilan pagi, "taxi" yang akan mengantar kami ke Sempol berangkat. Awalnya kami akan duduk ditengah, tapi kami batalkan dan kami memilih duduk didepan, di sebelah pak sopir. Alhamdulillah, thanks God. Pilihan kami tidak salah karna di tengah perjalanan pak sopir mengangkut "penumpang" berupa pupuk berkarung-karung dan juga beberapa ekor ayam. Selain kami, dan "penumpang" di bagian belakang juga ada beberapa penumpang(dalam arti sebenarnya) sekitar lima orang yang berangkat bersama kami dari terminal Bondowoso. Dan bertambah beberapa penumpang dan "penumpang" lainnya ditengah perjalanan.
Perjalanan dari terminal Bondowoso sampai di Sempol menghabiskan waktu sekitar dua setengah jam. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan sawah dan perbukitan yang sangat indah. Subhanalloh, begitu indah ciptaan-Nya. Begitu indah lukisan yang terhampar didepan kami.


Fyi : bagi teman-teman yang akan menuju Kawah Ijen dengan menggunakan "taxi" seperti kami, mungkin bisa memilih untuk duduk didepan apabila ber-solo traveling, kecuali ingin berbaur dengan "penumpang" lainnya. :D
Sekitar pukul setengah dua belasan, "taxi" sampai juga di Sempol. Ketika kami akan turun pak sopir memberikan saran kepada kami untuk turun di Margahayu saja yang berjarak lebih dekat dengan Paltuding. Dan kami pun menyetujuinya tanpa berpikir panjang. :D
Fyi : Sempol dan Margahayu adalah nama kelurahan atau desa terakhir sebelum kita menuju Kawah Ijen. Setelah Margahayu yang akan kita jumpai hanya perbukitan serta kebun kopi dan hutan pinus yang sangat mengagumkan. Disana terdapat terminal yang berupa tanah lapang tempat untuk menurunkan penumpang.
Kami pun turun di terminal Margahayu, setelah sebelumnya membayar sebesar tiga puluh ribu rupiah untuk berdua kepada pak sopir. Ketika turun pak sopir memberitahukan kepada kami, apabila kami ingin berjalan kaki dari Margahayu ke Paltuding jarak tempuhnya hanya sekitar satu jam dengan berjalan kaki.
Wiiiihh... Hanya satu jam berjalan kaki saja?? begitu yang ada dalam pikiran kami berdua, dan dengan mantap kami memutuskan untuk berjalan kaki saja karna perjalanan selama satu jam sangat-sangat dekat menurut kami berdua daripada harus membayar ojek sebesar empat puluh sampai lima puluh ribu per orang.



Setelah turun dari "taxi"




Sekitar empat puluh lima menit kami berjalan kaki, saya mulai merasa kelelahan. Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat di pinggir jalan. Tiba-tiba ada beberapa motor yang mendatangi kami dan menawarkan jasa ojek sampai Paltuding. Dan kami pun bertanya berapa harga ojeknya sampai ke Paltuding, mereka menjawab “empat puluh ribu rupiah sampai di Paltuding”. Wah, mahal sekali menurut kami karena kami masih memakai asumsi jarak Margahayu ke Paltuding adalah satu jam saja menurut sopir “taxi” kami tadi. Jadilah kami menolak tawaran tukang ojeknya (yang pada akhirnya kami agak menyesal karna menolak tawaran harga tersebut:D)
Kami pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki kembali. Sejam telah berlalu, belum ada tanda-tanda akan tiba di Paltuding. Kami pun beristirahat kembali. Huufftt..
Sejam kedua telah kami lewati, belum juga menunjukkan ada tanda-tanda akan tiba di Paltuding. Hujan pun mulai turun. Alhamdulillah, kami melihat sebuah gubuk yang ada ditengah sawah. Segera saja kami berlari menuju gubuk tersebut. Di gubuk itu kami bertemu petani yang sedang memanen kentang. Ya, kentang adalah salah satu penghasilan dari petani yang ada di daerah Ijen selain Kubis dan tentu saja kopi Arabica yang ada di daerah Jampit.
Perkebunan kopi Jampit, adalah agrowisata di Bondowoso yang dikelola oleh PTPN VII Kalista Jampit. Luas perkebunan kopi Jampit ini adalah 4000Ha dan terletak pada ketinggian 900 meter dari permukaan laut.



Hujan pun semakin deras, tapi petani-petani itu tetap saja memanen kentang tanpa memperdulikan hujan yang turun sangat deras dan cuaca yang sangat dingin. Kami pun menyempatkan diri untuk berbincang dengan petani-petani itu ketika mereka beristirahat.
Sekitar setengah jam lebih, hujan pun mulai reda dan kami pun berpamitan dengan mereka dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kembali.
Hujan deras menyambut kedatangan kami

Finally, setelah hampir empat jam perjalanan, tanjakan-tanjakan dan beberapa kali berhenti untuk beristirahat, sampai juga di Paltuding. Paltuding oh Paltuding... Akhirnya kami berjumpa denganmu.
Fyi : jadi kalau teman-teman ingin berbackpacker ke kawah Ijen yang lebih murah tanpa mengeluarkan ongkos ojek sebesar lima puluh sampai enam puluh ribu, bisa mengikuti cara kami yaitu dengan turun di Margahayu-dengan ongkos yang sama seperti Sempol-kemudian bisa dilanjutkan trekking sekitar dua belas kilometer menuju Paltuding dengan pemandangan yang sangat indah sepanjang perjalanan.
Sesampainya disana, kami pun langsung menuju warung yang berwarna hijau yang ada di pojokan jalan. Dan segera kami memesan kopi panas untuk menghangatkan badan kami. Disana kami bertemu dengan beberapa turis yang berasal dari Prancis, mereka baru saja turun dari kawah ketika kami tiba. Dan kami pun berkenalan dengan Pak Nur, guide lokal yang juga masih ada hubungan sodara dengan Pak Amar pemilik warung tempat kami singgah.
Pak Nur ini sangat ramah dan baik orangnya, kami mengobrol banyak tentang berbagai hal termasuk seputar kawah Ijen dan penambang-penambang yang ada disana. Menurut beliau, bulan-bulan yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara sekitar bulan Juni sampai bulan November. Di bulan-bulan itu pengunjung bisa mencapai ratusan per harinya. Dan wisatawan asing yang paling banyak berasal dari negara Prancis dan beberapa negara Eropa lainnya.
Lumayan lama juga kami mengobrol, tak terasa hari semakin gelap. Kami pun memutuskan untuk membuka kamar terlebih dahulu. Ketika kami akan menuju pondok penginapan, ada seorang bule yang mendatangi kami. Dia bertanya apakah kami juga seorang turis yang akan menginap disana. Dan saya jawab tentu saja kami juga akan menginap disini,kemudian kami pun saling memperkenalkan diri. Dia adalah seorang bule yang berasal dari Hungaria tapi kuliah di Australia. Dia datang bersama pacarnya yang orang Birma. Saya lupa nama si bule Hungaria ini (i’m sorry my friend, i forgot ur name :D) sedangkan pacarnya yang orang Birma tapi juga menetap di Australia bernama Pramila Chakma.
Setelah memperkenalkan diri kami pun menuju pondok tempat kami bermalam malam ini. Ternyata hanya ada satu kamar yang tersisa di pondokan itu, dan saya pun akhirnya memberikan kamar itu kepada kedua teman bule yang baru kami kenal itu. Harga dari kamar itu adalah seratus lima puluh ribu rupiah. Karna sudah tidak ada kamar yang tersisa lagi, akhirnya kami pun memutuskan untuk menaruh tas kami di ruang tengah terlebih dahulu. Sebenarnya di pondokan itu ada tiga kamar, tapi yang tersisa tinggal satu kamar. Yang satunya sudah dipesan oleh pasangan bule juga yang laki-laki berasal dari Jerman bernama Sebastian dan yang perempuan bernama Ginga berasal dari Italia. Sedangkan kamar yang satunya lagi terkunci dan kuncinya entah ada dimana kata penjaganya. X_X
Si Pramila dan pacarnya ini datang ke kawah Ijen dengan menggunakan motor setelah sebelumnya mereka mengunjungi gunung Bromo. Ketika tiba saya melihat seluruh pakaian mereka basah, dan mereka ingin menjemur pakaiannya. Saya pun bertanya kepada Pak Nur apakah ada tempat untuk mengeringkan pakaian. Dan Pak Nur pun mempersilahkan kami untuk mengeringkan pakaian di rumah belakang warung Pak Amar. Disana ada semacam perapian yang digunakan untuk memasak juga.
Akhirnya sambil mengeringkan pakaian kami pun saling berbincang-bincang. Ternyata kami bisa cepat akrab dengan mereka. Mereka sangat enak sekali untuk diajak ngobrol. Setelah pakaian mereka sudah lumayan kering, kami memutuskan untuk mencari makan malam terlebih dahulu karena saya dan Haidar terakhir kali makan adalah waktu pagi hari di terminal ketika akan berangkat ke Sempol.
Kami berempat pun menuju warung yang ada didekat lapangan yang ada di Paltuding. Ketika akan menuju kesana kami bertemu dan berkenalan dengan Sebastian dan Ginga. Akhirnya rombongan kami pun bertambah lagi dua orang dengan kehadiran mereka. Saya, Haidar dan si Hungaria segera memesan nasi goreng sedang si Pramila memilih menu mie goreng. Lumayan lahap kami memakan makanan kami, selain karena udara yang lumayan dingin waktu itu kami sudah sangat kelaparan.
Si Hungaria ini adalah seorang mahasiswa yang sedang belajar ilmu bisnis di salah satu universitas Australia, sedangkan pacarnya si Pramila mengambil kuliah jurusan Linguistik. Dan si Sebastian yang berasal dari Jerman merupakan seorang Psikolog yang bekerja di salah satu rumah sakit disana, sedangkan si Ginga pacarnya adalah seorang ahli biologi. Woowww.. Benar-benar senang saya karena bisa bertemu dengan orang-orang hebat yang berasal dari negara lain.
Sekitar pukul sembilan malam, setelah kami selesai makan malam dan ngobrol seru. Kami berenam pun memutuskan untuk kembali ke pondokan untuk beristirahat karena Saya, Pramila, Haidar dan si bule Hungaria akan naik ke kawah sekitar pukul satu pagi karena ingin melihat salah satu keajaiban dunia yang cuma ada di kawah Ijen ini yaitu Blue Fire. Sedangkan si Sebastian dan Ginga akan menyusul setelahnya karena mereka hanya ingin menikmati keindahan sunrisenya saja.
Semenjak sore tadi hujan turun terus, membuat udara semakin dingin saja. Berkali-kali saya terbangun karena kedinginan, tempat tidur kami berdua hanyalah ruang tengah yang beralaskan karpet dengan masing-masing satu bantal dan sarung yang kami bawa dari rumah. Brrrr... Tapi lumayanlah karena kami tidak dicharges penginapan oleh pengelolanya yang membayar hanya teman-teman bule kami. :D
Fyi : Kalau mau penginapan gratis, boleh meniru cara kami juga yaitu berpartner penginapan dengan bule dan rela untuk tidur dengan kedinginan :D
Tepat pukul satu si Hungaria membangunkan kami berdua, kami pun segera bangun dan bersiap untuk trekking menuju kawah Ijen. Setelah kami semua bersiap, kami segera menuju warung Pak Amar dulu untuk bertemu dengan Pak Nur yang menjadi guide kita selama trekking menuju kawah Ijen. Sebelum berangkat kami disediakan teh panas oleh Pak Nur.
Sekitar setengah dua kami pun memulai perjalanan kami, kami adalah rombongan yang pertama berangkat untuk naik ke kawah. Di tengah perjalanan kami bertemu dengan penambang-penambang belerang. Dari informasi yang diberikan Pak Nur, biasanya penambang-penambang itu mulai beraktifitas sekitar pukul dua belas malam. Sehari mereka bisa bolak-balik hingga tiga kali, dengan beban sekali angkut belerang kurang lebih sekitar tujuh puluh kilogram. Sebuah ironi, dengan pekerjaan yang sangat berat dan sangat beresiko upah yang mereka peroleh hanya sebesar tujuh ratus delapan puluh empat rupiah untuk per kilogram belerangnya.
Dari Paltuding menuju kawah Ijen jaraknya sekitar tiga kilometer, dengan estimasi waktu sekitar dua jam perjalanan (waktu normalnya). Tapi karena saya lumayan sering berhenti untuk beristirahat, akhirnya saya memutuskan untuk menyuruh si bule Hungaria dan Pramila dengan di temani oleh Pak Nur untuk naik duluan. Sedangkan saya dan Haidar berjalan lebih pelan. :D
Fullmoon from the top of Ijen Crater
Sekitar pukul empat seperempat saya dan Haidar tiba di puncak. Hari masih gelap diatas, dan udara semakin dingin. Untungnya kegelapan pagi itu tidak terlalu pekat karena masih ada cahaya bulan penuh yang menemani kami. Kami pun beristirahat sejenak melepas lelah. Ketika kami beristirahat datang seorang bule yang berasal dari Malaysia - yang kemarin sore bertemu di warung Pak Amar - dengan ditemani seorang pemandu.
Dari puncak kawah kami bisa melihat warna biru di bawah kami yang ada di pinggir kawah, warna biru itu adalah Blue Fire yang sangat menakjubkan itu. Jarak dari puncak kawah untuk menuju Blue Fire  sekitar tujuh ratusan meter menuju bawah dengan jalur yang sangat terjal – yang juga merupakan jalur yang dilewati para penambang untuk menambang belerang.
Karena sudah sangat capek, kami pun memutuskan untuk tidak turun ke Blue Fire itu. Sambil menunggu sunrise tiba, kami beristirahat dan tiduran. Pagi itu, udara semakin dingin dengan asap belerang yang sangat pekat. Merupakan perpaduan yang sangat hebat untuk membuat kami sesak napas. Kami hanya berdua di puncak kawah ketika itu, mungkin hanya ada beberapa penambang yang lewat untuk menambang belerang. Sekitar pukul lima pagi kami memutuskan untuk turun dan menunggu mereka berdua di pos penimbangan belerang yang ada ditengah jalur pendakian.
Ketika kami dalam perjalanan turun, saya bertemu dengan Sebastian dan juga Ginga yang baru akan naik. Setelah say “hello” saya berkata akan menunggu mereka berempat di pos penimbangan. Sesampainya disana, saya dan Haidar segera memesan teh panas dan juga popmie untuk menghangatkan badan kami. Sambil menunggu mereka berempat, saya menyempatkan diri untuk mengamati kesibukan para penambang-penambang itu. Sebagian besar penambang itu berasal dari daerah Banyuwangi, banyak dari mereka yang menggunakan bahasa Osing. Sebagian lagi berbahasa Madura.
Kami menunggu kurang lebih sekitar dua setengah jam sampai mereka turun. Selama menunggu, banyak juga bule yang mulai naik, ada yang dari Prancis, Amerika, Jepang dan beberapa dari Eropa. Setelah mereka tiba di pos tersebut, saya menyilahkan mereka untuk beristirahat sambil minum teh terlebih dahulu.
Dawn at Ijen

Sunrise

Lukisan indah
Sekitar pukul sembilan kami berlima - tanpa Sebastian dan Ginga, karena mereka sudah turun duluan – beranjak turun. Perjalanan turun lebih enak menurut saya daripada perjalanan waktu naik, karena tidak membutuhkan tenaga yang terlalu besar. Heheheheee....
Penambang belerang sedang menimbang belerang mereka
Sesampainya dibawah, kami menyempatkan untuk berfoto bersama-sama. Ya, ternyata kami lupa untuk berfoto bersama-sama, palingan waktu kami mau berangkat kami masih menyempatkan foto bersama di depan perapian. Setelah berfoto bersama, kami pun segera berkemas-kemas. Sebastian dan Ginga akan melanjutkan perjalanan menuju Bromo, teman kami si Hungaria dan pacarnya akan melanjutkan perjalanan menuju pantai Sukamade di Banyuwangi, sedangkan saya dan Haidar akan kembali ke Surabaya.
Waktu berpisah pun tiba, berat sekali rasanya untuk berpisah dengan mereka berempat terutama dengan si Hungaria dan pacarnya yang sudah seperti teman lama bagi saya. Rombongan yang pertama berangkat adalah si Sebastian dan Ginga. Kemudian dilanjut dengan si Hungaria dan pacarnya. Sedangkan saya dan Haidar masih menunggu mobil dari sodara pak Amar yang akan mengantar kami sampai di Sempol. Kami merasa waktu begitu cepat berlalu, setelah bertukar alamat e-mail dan saling berjanji untuk mengunjungi rumah kami masing-masing, akhirnya kami pun berpisah.
Pukul sebelas akhirnya saya dan Haidar berangkat menuju Sempol, setelah berpamitan dengan keluarga pak Amar dan pak Nur. Saya mengucapkan banyak terima kasih buat pak Amar dan pak Nur yang telah menjamu dan melayani kami dengan sangat ramah ketika kami berada disana. Ternyata, perjalanan dari Paltuding ke Sempol dengan menggunakan mobil sangat singkat, hanya sekitar empat puluh menitan saja bandingkan dengan perjalanan kami kemaren yang sampai empat jam perjalanan. :D
Berfoto didepan penginapan kami sebelum berpisah
Sesampainya di Sempol kami diturunkan di halte untuk berganti dengan “taksi” yang akan membawa kami ke terminal Bondowoso. Setelah menunggu sekitar dua jam lebih ternyata “taksi”nya tidak juga datang, kami mulai panik karena hari mulai beranjak sore. Untung saja ada mobil pick up yang lewat, saya pun berinisiatif untuk memberhentikannya dan meminta tumpangan sampai ke terminal.
Pukul setengah empat sore kami tiba di terminal Bondowoso. Tempat yang saya tuju untuk pertama kali nya adalah toilet umum, yah, toilet umum karena sejak semalam saya belum buang air kecil (semoga problem pompa air yang ada di Ijen segera terpecahkan). Tepat pukul empat sore, bus yang akan membawa kami kembali ke Surabaya berangkat. Sore itu kami menggunakan bus Akas yang akan langsung menuju Surabaya tanpa perlu berganti bus di Probolinggo terlebih dahulu seperti waktu kami berangkat kemarin. Harga tiket bus Akas ini adalah dua puluh delapan ribu rupiah saja, lebih murah dua ribu daripada perjalanan bus kami waktu berangkat.
Pukul sepuluh malam kami sampai di terminal Bungurasih Surabaya, kami pun segera menuju tempat parkir motor untuk mengambil motor dan kemudian mampir untuk makan malam dan minum STMJ terlebih dahulu karena sejak pagi kami belum makan apa-apa. Heheheee...
Sesampainya dirumah saya segera bersih-bersih dan beristirahat dan berakhir pula perjalanan saya kali ini....

Monday, April 28, 2014

Escape to the East, goes to Ijen Crater (#Part1)


Yeeaaahh..
My another journey begin..
Pagi ini 26 Februari 2013, Saya dan Haidar menyusuri jalanan menuju ke arah timur pulau Jawa dengan menggunakan bus ekonomi. Dari rumah kita naek motor, sesampainya di Bungurasih, terminal kebanggaan warga Surabaya-yang sebenarnya terletak di wilayah Sidoarjo-sekitar pukul setengah sembilan pagi. Langsung menuju tempat parkir bus arah Probolinggo, tempat transit kita untuk berpindah bus ke arah Bondowoso. Tersebutlah disana sebuah bus yang bernama "Sabar Indah" yang sudah tidak sabar untuk berangkat, tanpa tunggu lama langsung aja kita masuk ke bus yang akan mengangkut kita. Harga karcis bus ekonomi Surabaya-Probolinggo adalah sebesar Lima Belas Ribu Rupiah saja. Alhamdulillahnya lagi, kursinya masih banyak yang kosong. :D
Sekitar setengah sebelas kita masuk terminal Bayu Angga Probolinggo, sesampainya disana kita langsung pindah ke bus "Ladju" yang akan membawa kita menuju Bondowoso. Harga karcis bus ekonomi Probolinggo-Bondowoso adalah sebesar Dua Belas Ribu Rupiah. Perjalanan Probolinggo-Bondowoso sekitar empat jam perjalanan menggunakan bus. Sesampainya di terminal Bondowoso kita langsung mencari "taxi" - sebutan untuk kendaraan Elf ato L300 - yang akan membawa kita ke Sempol. Tapi, sayang sekali sodara-sodara!!! "Taxi" terakhir sudah berangkat sejak siang tadi. Ternyata kita kesorean bradeerrr.. :'(
Dan hujan pun turun dengan lebatnya... Huuffttt...
Tenang, don't be panic!!
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melihat sekeliling.. Kemudian obyek yang kita cari berikutnya adalah....
Jreeeng.. Jreeeng... Jreeeeng...
WARUNG MAKAN... :D
Hahahahaa...
Setelah ketemu segera saja kita menuju warung makan tersebut ditengah guyuran hujan.
"Sebentar.. Sebentar..." Terdengar suara misterius yang ingin bertanya kepadaku, dan aku pun menjawab" ya, kenapa?" "Ini tadi apa hubungannya antara ketinggalan "TAXI" sama WARUNG MAKAN, hah??" Kata si suara misterius. "Oh, kirain mau tanya apaan.." Kataku. "Jadi??" Si suara misterius bertanya kembali. "Ya tentu saja berhubungan dong, jadi gini ketika kita berada di kota orang yang bisa dikata TERSESAT ato semacamnya setelah melakukan perjalanan, kita harus mencari warung ato tempat makan untuk mengisi perut kita terlebih dahulu.. :D Nah setelah perut kita keisi barulah kita bisa berpikir dengan jernih dan salah satunya adalah bertanya kepada penjual warungnya.. Heheheee.." Sahutku sekenanya. "Hmmm.. Jawaban yang aneh..." kata suara misterius itu *dan suara itu pun menghilang dengan sendirinya. Akhirnya setelah selesai makan kita bertanya kepada pemilik warung tempat menginap yang dekat dengan alun-alun. Kenapa saya memilih dekat dengan alun-alun?? karna di alun-alun kita bisa berinteraksi dan berkenalan dengan penduduk lokal. Heheheee...
Dari rekomendasi pemilik warung kita diarahkan ke hotel Slamet yang jaraknya lumayan dekat dengan alun-alun dan berada ditengah-tengah antara teminal dan alun-alun Bondowoso. Berhubung hujan lumayan deras, kita menuju hotel menggunakan becak dengan ongkos sepuluh ribu Rupiah. Tapi sayang, becak disini sepertinya lebih kecil daripada becak di Surabaya. (Ato saya yang kegedean ya :D)
Setelah Check-in, kami bergegas untuk menuju kamar untuk membersihkan badan dan sholat sambil beristirahat. Waktu menunjukkan pukul lima lebih, kami memutuskan untuk jalan-jalan sore menikmati kota Bondowoso. Ternyata di luar hujan masih turun rintik-rintik. Kami mengitari alun-alun yang tidak terlalu besar, tapi lumayan tertata rapi tamannya. Karna tidak ada yang menarik perhatian, kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Hotel kami berjarak hanya seratus meter dari alun-alun, sangat dekat sekali bukan? Sesampainya di hotel si Haidar sepertinya masuk angin - mungkin gara-gara kehujanan waktu di terminal - kami mampir ke Alf*ma*t untuk membeli minuman dan obat sakit perut, karna ternyata si Haidar sejak dari rumahnya terkena diare. X_X
Sore di Bondowoso

Malamnya sekitar pukul setengah delapan, karna bete dikamar saya memutuskan untuk jalan-jalan keliling kota. Sedangkan Haidar karna masih belum sehat terpaksa saya tinggal dikamar sendirian :D Mengelilingi Bondowoso dengan berjalan kaki tidak memerlukan waktu lama. Tujuan utamaku adalah mencari kuliner khas Bondowoso selain tape untuk makan malam. Tapi apa mau dikata sepanjang jalan yang saya lewati, yang ada hanya orang jualan nasgor duk-duk, sate Madura dan penyetan. Akhirnya saya memilih nasgor yang ada didepan hotel kita, murah meriah cuma enam ribu rupiah. Hehehee.. Setelah perut kenyang saya pun kembali ke hotel dan beristirahat untuk mempersiapkan kondisi keesokan harinya.
Suasana malam di kota Bondowoso

To Be Continued.....

Sunday, April 13, 2014

Backpackeran ke Thailand Selatan bareng Nunu. (#Part2)

Sawatdee krab...

Day 3
12 April 2014, 8.00 am
Hari ini seharian saya bakal coba untuk ikutan paket tour lokal untuk mengunjungi Phi-Phi island.. Mobil penjemput datang tepat pukul delapan.. Didalam mobil itu sudah ada 2 orang juga yang akan mengikuti tour hari ini, mereka berdua berasal dari Malaysia..
Setelah menjemput saya, mobil berangkat lagi untuk menjemput peserta yang lain, total ada 10 orang peserta yang dijemput sebelum akhirnya berangkat untuk menuju dermaga tempat speed boat yang akan kita pakai untuk tour hari ini..
Sesampainya di tepi dermaga, kami semua turun dari mobil dan kemudian melakukan registrasi ulang peserta.. Ternyata peserta bukan hanya yang tadi semobil dengan saya saja, tapi masih ada dari mobil-mobil penjemput lainnya..

9.00 am
Sekitar pukul 9 pagi, semua peserta sudah komplit.. Total ada sekitar 30an orang yang ikut trip Phi-Phi island ini.. Selain saya, 2 orang cowok Malaysia yang selfie abis yang bareng dengan mobil penjemput saya tadi (akan saya ceritakan lebih lanjut tentang keselfian mereka yang bikin saya rada empet juga nanti dibagian agak bawah), ada juga beberapa cewek Malaysia dan korea dan sisanya adalah orang Thailand yang pengen ke Phi-Phi island..


Berangkaaaattt...
Setelah semua naek ke speed boat, dan pemandu lokal memberikan briefing singkat tentang tour hari ini perahu pun perlahan meninggalkan dermaga..
Tujuan pertama kita adalah Bamboo island, yang merupakan pulau dengan butiran pasir putih yang sangat halus.. Setelah perjalanan selama kurang lebih 40 menitan sampailah kita di Bamboo island.. Jreng.. Jreeeng..
Disini kita diberi waktu untuk jelajah pulau kurang lebih selama 40 menitan..
Bamboo island? Mana ya bambunya?? Jangankan ngeliat pohon bambu, ngeliat bambu dalam bentuk lainnya pun tak ada.. Hahahaa..
Lantas, kenapa dinamakan Bamboo island?? Mungkin hanya penemunya dan orang-orang sekitar saja yang tau dan biarkanlah menjadi rahasia terindah untuk saya hari itu.. (halaaahh... Heheheee..)


Setelah puas menikmati Bamboo island-yang sampai saya selesai menjelajah belom menemukan bambunya-kami melanjutkan perjalanan menuju obyek berikutnya..
Viking cave, adalah sebuah goa alam yang konon katanya didalamnya terdapat lukisan dinding yang sangat tua dari peradaban masa lalu.. Selain itu disana juga terdapat banyak sarang burung dan kita akan ditunjukkan bagaimana cara warga lokal mengumpulkan sarang-sarang burung itu.. Tetapi sayang sekali pada saat kita berkunjung kesana, kita tidak diperkenankan untuk bisa melihat masuk ke dalam goanya karna sedang dalam pemugaran.. (Huuuuu.. Penonton pun kecewa.. :D)



Setelah (tidak) terpuaskan karna ga bisa masuk ke dalam Viking Cave, perjalanan dilanjutkan menuju Lohsamah Bay.. 
Dari Lohsamah Bay ini kita lanjutkan perjalanan menuju Maya Bay yang terkenal karena pernah dipakai mas Leonardo Decaprio buat syuting film "The Beach" (praaangg.. Kali ini suara lemparan piring tepat kena jidat saya dari fansnya Leonardo Decaprio yang terganggu karna pengakuan saya untuk ke sekian kalinya.. Hahahhaa..)
Kembali ke leptoppp.. Eh salah kembali ke cerita.. Beberapa kilometer sebelom sampai di Maya Bay saya sangat dag-dig-dug-dueerr, penasaran seperti apa sih wajah dari Maya Bay yang sangat kesohor itu... Daaaaann...



Ramai sekali dengan speed boat yang parkir sodara-sodara dan juga ini seperti lautan manusia (dan speed boat tentunya) yang memadati Maya Bay... Hadeeehh..
Pemandangan yang indah namun sayang sekali tidak bisa menikmati dengan puas karna banyak manusia (termasuk saya juga sih.. :D) yang memenuhi tempat ini...
Not like a private beach anymore guys, mungkin next time saya harus kesini bukan di saat peak season seperti saat ini... :(


Perjalanan kita lanjutkan menuju destinasi berikutnya, yaitu MAKAN SIANG di Phi-Phi island... Horeeeee...
Inilah enaknya ikutan tour, kita ga perlu ribet buat nyari tempat makan sendiri karna udah disediain sama tour providernya.. Tapi harga jadi jauh lebih mahal buat yang berkantung cekak seperti saya ini..
Menu lunch yang disediain sama tour ini adalah serba seafood dan ada sphagetti dengan saus Thai (mungkin buat yang alergi sama seafood ato tidak makan seafood).
Beruntungnya saya siang itu, karna saya tidak pernah punya alergi sama sphagetti apalagi seafood, dan saking lapernya dan karna model makannya adalah prasmanan, saya jadi gelap mata siang itu , saya kalap, saya abiskan udang, kerang, ikan, dan sebangsanya itu, cukup banyak yang saya makan waktu itu... Ehehehee.. (Pengakuan dosa untuk pemilik tour ini, maapkan saya khilap mister :D)
Nb : saking kalapnya saya siang itu, jadi lupa untuk mendokumentasikan foto makanannya.. Hahahaa..
Setelah kenyang, kita kembali ke speed boat dan perjalanan dilanjutkan menuju spot snorkeling yang pertama didekat Phi-Phi island ini.. Si guide memberikan waktu 30 menit berada di spot snorkeling yang pertama ini..
Lagi-lagi saya Dag-Dig-Dug-Dhueerr tapi bukan karna penasaran sama si Maya Bay lagi, melainkan karna sebetulnya saya tidak bisa berenang apalagi snorkeling... Hehehee..
Satu-persatu peserta mulai turun ke laut, ketika keadaan sudah mulai sepi karna penumpang udah pada turun.. Saya berbicara dengan pak sopir speed boatnya, "is it okay to snorkeling here if i can't swimming?" Kataku.. Dan si nahkoda pun berkata "its okay, he will accompany you.." Sambil nunjuk ke arah ABK speedboat yang ada disebelahnya..
Fiuuuhh.. Lumayan laah, mental untuk snorkeling pertama kalinya semakin terpupuk.. Hehehee...
Sreett.. Sreett.. Pelampung life guard sudah terpasang dengan sempurna, waktunya turun ke lauuutt...
Tapiiiiii...
Tiba-tiba, dari arah laut ada yang berteriak, si nahkoda dan ABK nya yang asli orang pantai Ao Nang itu langsung berlari ke bagian belakang kapal dan segera terjun ke laut untuK menolong salah satu penumpang yang tenggelam pas snorkeling..
Sedangkan saya, saya hanya bisa menganga dan diam terpaku melihat kejadian yang begitu cepat itu.. Tiba-tiba nyali yang sudah terbentuk ribuan tahun lalu untuk mencoba snorkeling, menghilang begitu saja, tolah-toleh kanan-kiri siapa tahu nyali saya masih ada disamping ato dibelakang saya biar bisa saya ambil lagi,  tapi ternyata tetep aja udah gak ada.. Hehehee...
Dan demi menghibur diri, saya pun berkata dalam hati "masih ada spot snorkeling yang kedua Nunu, santai, sekarang ilangin dulu shocknya pake jus orange di lemari pendingin itu"... Hehehee..
Dan peserta pun mulai balik naik keatas perahu semua, dan perjalanan dilanjutkan menuju spot snorkeling yang kedua..
Oh iya, hampir aja kelupaan.. Tadi di bagian awal cerita, saya mau ceritain tentang si orang Malaysia yang selfie abis itu ya... Hehehee.. Jadi gini ceritanya, setelah perkenalan saya dengan orang Malaysia yang selfie itu diatas mobil penjemput tour, awalnya saya masih bisa lumrah karna si cowok itu bawa kamera anti air dan alat yang sedang happening saat ini yaitu "Tongsis".. "Oooh ada kamera, ada tongsis, jaman sekarang, bolehlah.." Batinku awalnya..
5 menit setelah mobil melaju, "Selfie (wo)man" mending panggil gitu aja lah daripada sebut asalnya yang bisa semakin memperburuk perseteruan antara Indonesia dengan Malaysia.. :D
Mulailah berpose si "selfie (wo)man" ini, sekali, dua kali, udahan.. Semenit kemudian, berpose lagilah dia didalam mobil-coba pose lain-berhenti pose-karna mobil berhenti untuk jemput peserta lainnya.. Mobil jalan lagi, dan mulai berpose lagi dengan tongsisnya.. Sampai akhirnya tiba di pos pemberhentian dermaga speed boat.. Setelah proses registrasi peserta selesai, berpose lagi lah dia dengan berbagai pose layaknya seorang cewek ber narsis ria.. Masuk speed boat, lagi-lagi yang pertama dilakukan adalah BERPOSE dan seterus-seterusnya...
Meeeeeenn....!!! Gimana perasaan Elu semua ketika dalam perjalanan kalian ada seorang COWOK yang bergaya narsis banget seperti begitu?? Untung saya cuma sebatas tau asalnya, coba udah kenal lama sama orang yang begitu, bakalan sayaaaa... (Ya ga diapa-apain juga lah walopun udah kenal lama, palingan ya tetep pura-pura aja ga kenal siiih... Hehe...)
Huuffttt.. Jadi rada gimana gitu rasanya pas didalam tour itu.. Jadi begitulah cerita saya tentang Si "Selfie (wo)man" dari Malaysia itu, kenapa saya sebut "Selfie (wo)man" adalah karena tingkat ke-selfie-an nya yang udah parah banget, ga bisa ditolerir lagi.. Bahagialah kalian yang cuma membaca cerita ini, ga ikut ngeliat sendiri ke-selfie-an tuh orang... Hahahahaaa...
Balik lagi ke cerita utamanya, akhirnya tibalah saya di spot snorkeling yang kedua.. Horeeee... Si ABK nurunin jangkar, karna saya duduk di bagian depan saya bisa melihat prosesi ini..
Sreeeettt.. Kreeekk.. Jangkar diturunin, lumayan lama 4-5 detik sampe saya melihat tali jangkarnya berhenti.. Perkiraan saya kedalamannya adalah 5 meteran.. Wooww.. Lumayan dalam juga ternyata... Heheheee...

Beranikah saya akhirnya mencoba snorkeling untuk pertama kalinya???

Beranikah saya akhirnya mencoba snorkeling untuk pertama kalinya???

Beranikah saya akhirnya mencoba snorkeling untuk pertama kalinya???

"Wooooiiii... Ngapain diulang-ulang sampai tiga kali???" Kata sebuah suara misterius yang berasal dari kalian semua... Hahahahaa...
Piiisss yooo...


Pada akhirnya si Nunu ( Nunu : "loh itu kan nama Gue broo??" Nunu lagi : "yah itu emang Elo bro.." Nunu : "berarti Gue ngomong sendiri doongg??" Nunu lagi : "nah menurut Loe gimana??" Nunu : "Aaaarrgghh... @#!?!!@" ) belom jadi mencoba snorkeling untuk yang pertama kalinya... Hahahaaa...
Setelah selesai snorkeling untuk sesi yang kedua ini speed boat pun kembali merapat ke Ao nang beach yang ada dipinggir kota Krabi.. Para peserta puas dengan acara tour hari ini, dan kamivpun kembali ke penginapan masing-masing..

5.00 pm
Sesampainya di Krabi guest house, tempat saya menginap.. Saya langsung bersih-bersih badan karena seharian kena udara laut yang sangat asin.. Heheheee..
Setelah mandi, iseng saya bercermin, dan ternyata muka saya menjadi lebih ganteng, eh salah, ternyata menjadi lebih hitam dari biasanya.. Ooooh noo..!!! Kulit saya terbakaaar...

8.00 pm.
Krucuuukk.. Krucuukk...
Lagi-lagi cacing-cacing yang ada di perut mulai berontak, minta untuk diberi jatahnya.. Hahahahaaa.. Berjalanlah saya menuju Night Market yang berlokasi tidak begitu jauh dari penginapan saya..
Pad Thai, itulah makanan yang saya cari untuk pertama kalinya.. Kalian udah pada tau kan ya makanan macam apa itu Pad Thai?? Itu looh, temen si Wukong yang berbentuk babi yang ada di film Kera Sakti.. Uuppss.. Bukan.. Bukaan.. Maap, saya cuman bercanda.. Heheheee..
Pad Thai itu sejenis bakmie goreng yang sangat lezat, salah satu makanan yang wajib dicari kalo kalian ke Thailand.. *wink
Setelah mencoba Pad Thai di Krabi, target operasi saya berikutnya, (lagi-lagi) adalah seafood, dan pilihan saya jjatuh pada cumi bakar saus Thai, saya ambil 2 cumi.. "Nomnomnom" kata si Nissa temen saya SMA dulu, kalo mengungkapkan rasa makanan yang ajib banget.. Heehehee...
Abis juga tuh cumi dua biji.. Kenyang?? Beloom laaahh... Setelah selesai melahap Pad Thai dan Cumi bakar tadi, perburuan kuliner saya lanjutkan kembali..
Dan pilihannya adalah Sushi, comot satu, tambah lagi, tambah lagi, ga terasa sudah abis lima sushi.. Hehehee.. Sekarang waktunya buat cari penutupnya, dan pilihan jatuh ke es coconut rasa pandan yang masih utuh.. Sriuuppp... Aaaaahh... Seger abiiisss...
Perut kenyang, waktunya kembali ke penginapan dan waktunya tidur..

Day 4, 12 April 2014.
Hari ini saya sengaja bangun agak siang karena tidak ada kegiatan di pagi hari.. Sambil menunggu waktu check out jam 11 siang, saya bermalas-malasan saja dikamar.. Hehehehe..

10.50 am.
Saya check out dari penginapan, tapi tidak lupa untuk menitipkan ransel dulu di penginapan karna nanti sore bus-yang akan membawa saya kembali ke Bangkok-akan menjemput saya di penginapan..
Panas sekali siang itu ketika saya keluar dari penginapan.. Tiba-tiba...
Byuuurrr.. Seluruh badan saya menjadi basah.. Saya lupa, hari ini Festival Songkran dimulai.. Tanggung, karena udah basah juga, saya lanjutkan keliling kota Krabi siang itu.. Setelah berjalan beberapa saat saya menemukan sebuah kuil atau orang sini menyebutnya sebagai "Wat"
Lumayan besar dan megah juga kuilnya, Wat Kaew namanya, didominasi dengan bangunan warna putih, saya jadi teringat dengan kuil megah yang ada di Chiangrae yaitu White temple, yang juga didominasi warna putih.. 



Puas berkeliling Wat Kaew saya melanjutkan perjalanan saya menyusuri kota Krabi.. Akhirnya saya menemukan sesuatu yang unik dari kota ini.. Adalah sebuah traffic light yang membuat saya terpesona.. Traffic light yang satu ini dibuat dengan konsep yang berbeda, meskipun warna lampunya tetaplah merah, kuning dan hijau dengan masing-masing fungsi lampu yang sama..


Byuuurr.. Semakin siang serangan air semakin banyak, ga peduli orang lokal ataupun wisatawan, semua membaur, main siram-siraman air demi ikut memeriahkan festival Songkran ini..
Festival Songkran, adalah sebuah festival yang diadakan setiap tahun sekali dan diadakan di bulan April seperti sekarang ini.. Festival Songkran seperti hari raya bagi warga Thailand.. Semuanya membaur menjadi satu..
Siang itu saya memutuskan untuk makan siang KFC, plus untuk melarikan diri sejenak dari siraman festival tang semakin menggila siang itu.. Hehehee..
Lokasi KFCnya terletak di salah satu mall yang ada Di Krabi, dan pas masuk mall itu saya mendapatkan ucapan selamat datang beserta rangkaian kalungan bunga dan juga toletan tepung berwarna putih ke pipi saya dari salah satu pegawai mall yang cantik demi ikut memeriahkan festival Songkran ini.. Hehehee..


Dan inilah menu lunch saya, chicken fillet saus Thai ala KFC...


1.00 pm.
Masih ada waktu lama sebelum bus yang akan membawa saya kembali ke Bangkok datang, saya putuskan untuk ngadem saja di mall ini sambil menikmati segelas iced Latte daripada berbasah-basah lagi di jalanan... Hehehee..
Pilihan saya jatuh pada salah satu cafe yang bernama The Kitchen..


3.30 pm.
Saya kembali ke penginapan dan menunggu bus yang akan membawa saya kembali ke Bangkok datang..

4.00 pm.
Van datang menjemput saya, setelah berpamitan dengan Mr. Lek pengelola penginapan tempat saya tinggal, saya masuk ke dalam van yang akan mengantar saya menuju tempat parkir bus berada..

05.45 pm.
Setelah semua penumpang lengkap, bus pun berangkat menuju kota Bangkok..

Bye.. Bye Krabi.. See u again someday..

Bersambung ke Part 3...

Friday, April 11, 2014

Backpackeran ke Thailand Selatan bareng Nunu. (#Part1)

Day 1, 10 April 2014 (8.20 pm)
Setelah melalui perjalanan udara selama 4 jam dari bandara Juanda menuju bandara Don Meuang Bangkok-dengan perut yang terasa sangat laper (resiko tiket promo juga sih ya, Surabaya-Bangkok 180 rebu doang ya ga dapet fasilitas apa2 apalagi meal.. Hehehee..) - tibalah saya di kota Bangkok.
Setelah kelar urusan imigrasi (dan urusan toilet :D ), saya langsung keluar dari bandara menuju tempat pemberhentian bus yang ada di depan bandara. Yah, bus adalah salah satu sarana transportasi yang paling aman - dan murah tentu saja - buat kantong cekak seperti saya yang punya impian bisa jalan-jalan keliling dunia.. Hehee..

9.05 pm
Setelah menunggu kurang lebih 10 menitan, bus yang membawa saya menuju terminal bus Mochit datang juga. Jarak dari bandara Don Meuang menuju terminal bus Mochit sangat dekat kurang lebih antara 10-15 kiloan (kata kenek bus sih) cuman saya sendiri bakal dikata "gila" kalo saya tempuh dengan berjalan kaki.. (Based on my story ketika backpackeran ke Kawah Ijen di Banyuwangi - yang akan saya ceritakan dilain waktu) Hehehee..
Sekitar 10 menitan naek bus sampailah saya di tempat pemberhentian bus di Chatuchak Park, dan tentu saja tidak lupa sebelumnya saya telah membayar ongkos bus yang sebesar 30 THB terlebih dahulu ke bu keneknya (Kok "bu kenek"?? Ya, sebagian besar kenek bus kota di Bangkok ini adalah kaum hawa.. Hehehee..)
Dari Chatuchak park ini menuju Terminal Mochit tidak begitu jauh, sekitar 4-5 kilometer saja jaraknya. Karena saya mengejar bus terakhir yang menuju Phuket maka saya memutuskan untuk menggunakan jasa ojek saja yang cuma sebesar 40 THB.. Hehehee..
Dan ternyata, SAYA terlambat sampai terminalnya dan busnya sudah berangkat.. Bus terakhir menuju Phuket berangkat pukul 21.30 malam, dan saya nyampe terminal pukul 21.45.. :( "tau gitu tadi mending sekalian jalan kaki aja, bisa hemat 40 THB" batin saya :D

Akhirnya, karena sudah ketinggalan bus dan cacing-cacing yang ada di perut udah pada mulai demo semua (baca : perut keroncongan) maka saya putuskan untuk cari makan dulu diseputaran terminal.. Dan menu yang saya pilih untuk malam ini adalah.... Nasi goreng seafood-dan tom yum seafood, yang ikut terpesan gara2 miss komunikasi penjualnya-yang tentu saja disetiap mau mencari makan saya harus mengucap mantra khusus terlebih dahulu ke penjualnya yang berbunyi "NO PORK???" (Yeee.. Itu mah bukan mantra kelleess, tapi pertanyaan yang emang harus elo tanyakan dulu daripada elo jadi kafir gara-gara makan babi.. Hahahahaa..)

Bus yang membawa saya menuju Phuket malam ini telah habis, dan baru ada lagi besok pagi.. Daripada menyewa kamar yang cuma saya tiduri untuk beberapa jam saja, saya memutuskan untuk tidur kelosotan di taman yang ada di depan terminal bareng penumpang-penumpang lainnya.. :D Heheheee..

Day 2, 11 April 2014 (04.00 am)
Bussyeeett!!! Ternyata antreannya lumayan panjang juga di depan loket busnya.. Dan feeling saya rada gimana gitu, karna pasangan bule didepan saya yang punya tujuan sama yaitu Phuket tidak kebagian tiket alias SOLD OUT... Tibalah giliran saya dan benar bahwa tiket busnya udah habis.. Kemudian saya disarankan oleh petugas tiketnya untuk naik taxi menuju ke Southern bus terminal (sae Tae Mae).. Bagai mendapat pencerahan dari yang diatas, pergilah saya ditengah pagi buta menggunakan taksi menuju Southern bus terminal yang ternyata emang pusat tempat mangkalnya bus-bus yang mengarah ke Thailand sebelah selatan-untuk yang tujuan ke arah utara, termasuk Laos, Myanmar dan bahkan Siem Reap bisa berangkat dari Mochit bus terminal itu.. Sesampainya diterminal saya membayar ongkos taxi sebesar 135 THB.. Seturunnya saya dari taxi ada mas-mas calo yang menanyakan tujuan saya. - Hampir saja saya kena scam tiket sebesar 950 THB, yang tentu saja kemahalan buat saya - dan saya putuskan untuk menuju loket resmi tiketnya yang ada di lantai 2 terminal ini..
Sedikit banyak saya kagum dengan transportasi dan terminal-terminal yang ada di Thailand ini.. Bus-busnya keren dan juga terminalnya yang besar-besar dan tertata rapi dan tentu saja calo-calonya yang tidak seberingas di Indonesia.. Hehehee...
Sesampainya di lantai 2 saya mencari loket yang bertuliskan "Phuket", sesampainya di loket busnya saya menanyakan kepada penjaga loketnya dan ternyata tiket tujuan Phuket sudah habis semua.. :'(
Terpaksalah saya menggunakan alternatif kedua yaitu menuju Krabi.. Oh ya, sebetulnya trip saya kali ini adalah menuju Phi-Phi island yang kesohor akibat pernah dipakai syuting sama kakak saya, mas Leonardo Dicaprio.. Hahahahaaa... (Bruukk.. Bruukk.. *saya ditimpukin batu sama penggemarnya Leonardo Dicaprio.. Hehe)

06.00 am
Bus menuju Krabi berangkat pukul 7.20 pagi, it means masih ada waktu sekitar 1,5 jam untuk saya melanjutkan tidur saya yang tertunda tadi pagi.. Hehee..
Perjalanan dari Bangkok menuju Krabi membutuhkan waktu antara 11-12 jam dengan harga 643 THB, sudah dapet ekstra snack, air mineral dan tissue basah.. 

Dan saat ini, ketika tulisan ini dibuat saya tengah menikmati 11 jam didalam busnya... (Semoga saya tidak kena ambeyen suatu hari nanti karna terlalu sering duduk lama didalam bus.. Hehehee..)

9.00 pm
Finally touch down Krabi, setelah 13 jam diatas pak kusir yang sedang berkuda.. Eh salah, maksudnya diatas bus menuju Krabi.. :D
Nyampe di terminal Krabi suasananya sepi dan gelap, rupanya bukan model terminal bus yang buka 24 jam seperti di Bangkok.. Tapi tetep, banyak tukang ojek yang mengerubutin begitu bus berhenti..
Karna malem udah mulai larut dan suasana terminal yang seperti kuburan, saya putuskan untuk nebeng sama abang tukang ojeknya buat nganterin ke hotel yang paling murah di Krabi sini.. Heheheee..
Krabi guest house namanya, saya dilarikan kesini sama abang tukang ojeknya.. Lumayan bersih sih kamarnya, dan harganya itu lhooo... Cuma 300 thb, uda dapet kamar yang luas, kamar mandi dalem dan yang paling penting...!!! WIFI GRATIIISS BOOOOKK.. Hahahahaaa... :D 
Setelah urusan cek in selesai dan juga ngasih duit ke abang ojeknya 80 thb sesuai perjanjian kita waktu di terminal tadi saya pun masuk kamar untuk bersih-bersih badan.. ( lah, kok bayar tukang ojeknya 80 thb?? Ya iyaaalaaahh, lu kira itu tukang ojek keluarga loe?? Hahahahaaa...)
Setelah bersih-bersih dan bongkar muat isi tas, saya keluar buat cari makan dideket penginapan.. Dan pilihan untuk dinner malam ini adalah.... Jreengg.. Jreeengg.. 

Seafood goreng saus pedas plus minum es teh tarik.. Hahahahaa.. Total semuanya 90 thb, silahkan langsung bayar dikasir yaaa.. #Eeehh
Selesai makan saya jalan-jalan sebentar untuk mencari kehidupan malam di Krabi, ternyata eh ternyata di Krabi ini suasananya hampir sama kayak di Chiangrae.. Jam 9 malam keatas sudah berangsur sepi.. Karena sudah berangsur sepi suasana kotanya saya pun memutuskan untuk kembali ke penginapan saja, daripada nanti yang ada malah saya disuruh untuk ronda bareng pocong, mbak kunti, dan kawan-kawan.. Hahahahaa...

11.00 pm
Dan saat inipun saya sudah kembali diatas kasur penginapan saya dan persiapan untuk tidur karena besok pagi harus sudah siap untuk tour ke Phi Phi island yang kesohor itu.. Hehehee...
Good nite Nunu lovers... (Semacam saingannya Olga lovers sepertinya.. Hahahaa..)

Bersambung ke part 2...


Tuesday, April 8, 2014

Mau keluar negeri?? Bikin paspornya dulu doong....

 Hareee genee belom punya passport?? Kemana aja luuu?? …. 
Heheheheee…
Becanda kok…  Sebelom kita mulai panduan pembuatan passport ini, Ane akan coba jelasin dikit apa sih Passport itu, dan apa kegunaannya..
Okeh, Passport adalah identitas internasional yang dipakai apabila seseorang akan bepergian ke luar negeri, kalo di negara kita nama doski adalah KTP (Kartu Tanda Penduduk). Tapi kalo kalian mau ke Taman Lawang, kalian cuma perlu bawa KTP sama bawa badan doang sama siap-siap lari yang kenceng yaaa, sapa tau ada razia KAMTIB!!!  (Halaah, kok jadi ngelantur gini??…)
Jadi, kalo seseorang mau bepergian ke luar negeri, baik itu untuk urusan bisnis, urusan ibadah, urusan sekolah, mau kimpoy sama selingkuhannya di luar negeri, ato apalah urusannya, selama itu pergi keluar dari negaranya sendiri harus punya itu yang namanya Passport.
Terus, apa bedanya Passport sama Visa?? Jelas beda bro….
Kalo passport kan sudah ane jelasin barusan, fungsinya sebagai identitas internasional seseorang. Nah kalo Visa itu adalah salah satu jenis kartu perbankan (ada Visa, Master, American Express, dll)… Nah kan mulai ngaco lagi… Ahahahaaaa… Okeehh, okeeh.. Sabar pemirsa.. Sabaaar.. Jadi Visa adalah sebuah surat ijin yang digunakan untuk masuk ke suatu negara. Jadi gini, misal kita mau ke Eropa kita sebagai WNI perlu mengajukan Visa ke kedutaan negara yang bakal kita tuju terlebih dahulu sebelom berangkat ke luar negeri.
Pengajuan Visa sendiri ada 2 macam yaitu : Pengajuan di perwakilan Kedubes yang ada di Indonesia ato bisa juga ketika kita sampai di negara tujuan kita ato yang lebih keren disebut V.O.A (Visa on Arrival). Okeh karna judul tulisan ini adalah PANDUAN PEMBUATAN PASSPORT, maka tema tentang Visa ini akan Ane lanjutin di tempat dan waktu yang berbeda yaaaah.. Heheheee..
Baiklaah, kita kembali ke Lep… Tooopp.. Gimana sih cara pembuatan passport itu?? Okeh, yang pasti kalo kita mau bikin passport itu kita harus pergi ke kantor IMIGRASI, ingat I-M-I-G-R-A-S-I yaaa !!! Bukan Kelurahan apalagi toko kelontong… 
Okeh setelah kita berkunjung ke kantor Imigrasi terdekat yang ada di kota kita, yang pertama kita lakukan adalah mencari papan informasi.. Yah betul, ini SERIUSS loohh, beneraaann… Kok bisa papan informasi?? Tentu saja yang kita cari adalah papan informasi, karna di papan informasi itu terdapat semua informasi yang kita butuhkan untuk proses pembuatan Passport. Cerdas bukan??? Ahahahahaa….
Mudah sekali bukan cara pembuatan passportnya?? Apah, ribettt?? Okeh, okeh.. Kalo menurut kalian cara yang pertama ini ribet, masih ada cara lain yang bakal aku beritau…
pembuatan-paspor-onlineCara kedua adalah lewat onlen, caranya adalah kita tinggal buka web Imigrasi di www.imigrasi.Go.id, kemudian masuk ke menu “Layanan Publik” terus pilih sub menu “Layanan Paspor Online” setelah itu tinggal masukin data – data yang dibutuhin terus terakhir adalah kita pilih tanggal dan kantor imigrasi terdekat untuk proses foto dan wawancaranya.. Simpel bukan??
Oh ya, untuk biaya pembuatan Passport biasa 48 halaman resmi adalah Rp. 260.000 saja, sedangkan untuk pembuatan e-passport 48 halaman biayanya sekitar Rp. 665.000, untuk saat ini sih pembuatan e-passport belom diwajibin, baru diwajibin taun 2015 besok. Jadi, SEGERAlaah membuat passport mumpung masih murah meriah… Hahahahaaa…
Proses pembuatan passport biasanya berlangsung sekitar 3-5 hari kerja dari tanggal selesai kita foto dan wawancara passport, tergantung dari jumlah peserta pengajuan passport di masing – masing kantor imigrasi yang kita datangi. Sedangkan untuk proses registrasi awal kalo kalian melakukan dengan cara yang pertama adalah sekitar 3 hari kerja, mulai dari antre pengumpulan berkas di hari pertama, terus bayar di bank BNI di hari kedua dan terakhir proses antre foto dan wawancara foto di hari ketiga.
Tetapi kalo kalian memakai cara yang kedua yaitu daftar secara online, waktu yang kalian butuhkan Cuma 2 hari aja yaitu proses pembayaran di bank BNI di hari pertama dan proses antre foto dan wawancara di hari kedua karena proses pemberkasan sudah kalian lakukan sendiri didepan leptop masing-masing. Bahkan bisa cuman sehari aja dengan cara kalian datang sepagi mungkin ke bank BNI untuk melakukan proses pembayaran (kalo bisa sebelom bank nya dibuka sudah ngantre di depan bank.. Hehehehee…) kemudian langsung Cusss meluncur ke kantor Imigrasinya deeeh.. Heheee…
Nb : Disini sering sekali ane sebutin nama bank BNI bukan karna cewek ane kerja di bank BNI yaaa, ato ane mau nawarin kredit dari bank BNI, tapi karena si bank BNI ini adalah satu-satunya bank yang bekerjasama dengan dinas Imigrasi Indonesia untuk menampung semua pembayaran para pembuat passport ini. Hehehee….
Nah gimana, mudah bukan cara bikin passport itu?? Ga serumit yang temen – temen bayangin kan??
Masih ada yang bilang ribet juga?? Dasaar ya kalian itu… Okeh.. Okeh.. Karna ane suka menolong, rajin menabung dan tidak sombong, ane bakal kasih satu solusi cerdas yang ga bakal bikin kalian semua merasa ribet dengan proses pembuatan Passportnya.
Gimana caranya?? Okeh seperti yang sudah ane bilang barusan kalo ane itu suka menolong, rajin menabung dan tidak sombong (Ga usah diulang – ulang juga kaleeeee Ooomm…). Ane bakalan bantu temen – temen yang mau bikin passport tanpa ribet.. Iyaaa beneeraan ane bakal bantu ente – ente semua buat bikin passportnya. Kalian Cuma perlu serahin syarat – syaratnya ke ane dan ane bakal urus semuanya. Jadi kalian tinggal datang ke kantor imigrasi buat foto dan wawancara doang. Asiik kan?
Serius ga nihhh? Sumpah ane serius gan, apa perlu ane sebutin lagi kalo ane tuh Suka menolong, rajin menabung dan tidak sombong?? (Lah ngapain diomongin lagi bang?? Hehee…) Jadi gini, kalo emang kalian semua mau ane bantuin tinggal serahin aja persyaratan pembuatan Passportnya seperti scan KTP, KK, Akte lahir dan juga Ijazah ato Surat Nikah buat yang udah nikah yang ukuran filenya antara 300 kb sampai dengan 1,5 MB. Sama siapin duit Rp. 260.000 buat bayar pembuatan passport di teller bank BNI nya, dan siapin juga duit Rp.200.000 sebagai imbal jasa atas bantuan ane yaaa guys… Kemudian kalo udah lengkap semua persyaratannya tinggal ane yang urusin semuanya, nanti temen – temen tinggal datang waktu foto aja di kantor imigrasinya.. Gimana?? Gampang banget kan cara yang satu ini?? Heheheee…
antri-pembuatan-pasporOh ya, buat yang mau pake cara ini, untuk saat ini ane baru bisa melayani untuk daerah Surabaya dan Sidoarjo saja, karna ane tinggalnya di daerah itu.. Hehehee..
Nah mudah bukan cara membuat Passport itu??